Perlu upaya konkret untuk menarik minat sekaligus meningkatkan daya saing dan kecintaan generasi muda terhadang bidang sains dan teknologi. Memahami sains tidak cukup hanya dengan teori di kelas.
Sains dan teknologi merupakan modal utama menghadapi era globalisasi. Namun, optimalisasi wacana tersebut, khususnya bagi generasi muda, tidak cukup hanya sebatas teori di dalam kelas, tetapi harus melalui kegiatan yang bersifat interaktif dan penuh daya tarik, bahkan kompetitif.
Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ismeri, Ketua Pelaksana Pesta Sains 2009: Never Ending Science, di Kampus Institut Pertanian Bogor, Bogor, Rabu (4/11). Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 13-15 November 2009 tersebut, lanjut Ismeri, diharapkan menjadi wadah dalam menumbuhkan minat dan kecintaan pelajar terhadap sains melalui kompetisi berskala nasional.
Sesuai visi kami yaitu meningkatkan IQ (inteligence quotient), EQ (emotional quotient), dan SQ (spiritual quotient) dari para pelajar Indonesia, khususnya pelajar SMA dan sederajat, ujarnya.
Adapun kompetisi sains yang akan dilaksanakan di acara ini antara lain Lomba Jajak Pendapat Statistika, Lomba Cepat Tepat Biologi, Chemistry Challenge, Matematika Ria, Kompetisi Fisika, dan lain-lainnya. Selain itu, Pesta Sains 2009 juga akan menghadirkan seminar, ekspo, serta pelatihan kepemimpinan dan pemilihan guru teladan versi Pesta Sains. |
|  |  | |
0 Komentar:
Poskan Komentar
Berlangganan Poskan Komentar [Atom]
<< Beranda